Yogyakarta – Satlantas Polresta Yogyakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan dan kembali melintasi kawasan Malioboro setelah mendapat izin dari Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menjelaskan, berdasarkan koordinasi terakhir, rombongan pesepeda akan melintas di lajur kanan atau sisi barat Jalan Malioboro, sementara lajur kiri diperuntukkan bagi operasional Trans Jogja agar layanan transportasi umum tetap berjalan optimal. “Rencana kalau kemarin diskusi terakhir itu yang kanan ataupun yang sisi barat. Karena yang sisi kiri itu kan digunakan untuk TJ (Trans Jogja). Karena Trans Jogja tetap masuk walaupun CFN (Car Free Night), jadi harapannya supaya TJ sebagai moda transportasi umum tetap beroperasi dengan maksimal,” ujar AKP Alvian, Selasa (28/7).
Selain itu, kepolisian juga akan mengatur pemanfaatan area pedestrian Malioboro dengan membagi ruang antara pesepeda dan pejalan kaki guna menjamin kenyamanan semua pengguna kawasan. “Diupayakan tetap saling berbagi ruang. Satu lajur untuk para pesepeda, satu lajur lagi untuk pejalan kaki ataupun wisatawan yang berjalan kaki,” tambahnya.
Untuk mendukung rekayasa lalu lintas, personel kepolisian akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Kleringan yang diprediksi menjadi titik kepadatan arus kendaraan. “Kita penggelaran pasukan secara maksimal. Di simpul-simpul khususnya yang di seputaran Kleringan itu pasti akan kita pertebal supaya mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan kenyamanan setiap pengguna jalan. Dari sektor pemerintah nanti akan membersamai, menyambut saudara-saudara kita nanti mungkin di sekitaran pintu masuk Malioboro,” jelas AKP Alvian.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan tidak ada larangan bagi pesepeda untuk melintas di kawasan Malioboro, termasuk peserta JLFR, karena seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk menggunakan ruas jalan tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi terkait dugaan larangan bersepeda di Malioboro setelah penertiban peserta JLFR pada Jumat (26/6).
Erni berharap pelaksanaan JLFR tetap memberikan ruang bagi pengguna jalan lain dan berlangsung tertib dengan mematuhi aturan lalu lintas. “Nanti kita akan berembuk. Mungkin satu-dua hari ini berembuk dengan Pak Kadishub untuk gambaran terakhirnya. Tapi yang pasti kita sudah siap dan kita sudah berkoordinasi, kita siap berkolaborasi. Bahwasanya pemerintah juga membersamai teman-teman untuk melaksanakan JLFR ini dengan aman dan tertib, sehingga setiap pengguna jalan harapannya tidak ada yang terganggu,” pungkasnya.





