InfoSeputarPolri
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
  • Login
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
InfoSeputarPolri
No Result
View All Result
Home BERITA NASIONAL

Puncak Mudik Diprediksi 18–20 Maret, Pemudik Diminta Atur Perjalanan

by Geralda Talitha
15 March 2026
0
Kakorlantas Polri
1
SHARES
12
VIEWS

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa Korlantas terus memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memantau pergerakan masyarakat selama masa arus mudik. Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3), pemantauan udara melalui ETLE Drone Presisi menunjukkan kondisi lalu lintas di beberapa titik penting Tol Cikampek terpantau ramai namun tetap terkendali.

Irjen Agus menampilkan hasil pemantauan ETLE Drone Patrol Presisi di dua gerbang tol utama di kawasan Cikampek pada Sabtu malam (14/3/2026). Dari rekaman video yang diperlihatkan, arus kendaraan terlihat padat tetapi tetap bergerak lancar.

“Berdasarkan pantauan udara melalui ETLE Drone pada malam hari ini, situasi di GT Kalihurip KM 68 dan GT Cikatama I KM 70 berada dalam kondisi ramai namun tetap lancar. Distribusi kendaraan masih berjalan dengan baik tanpa adanya antrean yang mengunci di depan gerbang tol maupun di jalur utama,” ujar Irjen Agus.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi ETLE Drone Patrol Presisi terbukti efektif membantu petugas dalam memantau kondisi lalu lintas secara menyeluruh sekaligus mempercepat respons apabila muncul potensi kepadatan di lapangan.

“Kami bisa melihat dinamika arus secara menyeluruh. Begitu ada potensi kepadatan, petugas akan langsung diarahkan ke titik tersebut secara responsif,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Sabtu dini hari, jumlah kendaraan yang telah keluar dari wilayah Jakarta tercatat mencapai 459.570 unit. Sebagian besar kendaraan tersebut merupakan mobil pribadi yang menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur Trans Jawa.

Meski kondisi lalu lintas saat ini masih terkendali, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sekitar 3,2 juta kendaraan atau sekitar 76,9 persen dari total proyeksi pemudik diperkirakan masih belum meninggalkan Jakarta.

Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada pertengahan pekan mendatang, yakni pada Rabu (18/3) hingga Jumat (20/3). Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kepadatan kendaraan saat periode puncak mudik.

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung hingga 25 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta keselamatan seluruh pengguna jalan selama periode mudik Lebaran. Irjen Agus menegaskan bahwa Polri bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan tagline mudik tahun ini, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Tags: Korlantasmudik lebaranOperasi Ketupat 2026
Previous Post

Dirgakkum Korlantas Polri Laporkan Penurunan Fatalitas Mudik 2026 hingga 45 Persen

Next Post

Pemantauan Drone dan Radar Bantu Pengaturan Arus Mudik

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho memastikan arus mudik Lebaran dalam Operasi Ketupat tahun ini berjalan aman

Pemantauan Drone dan Radar Bantu Pengaturan Arus Mudik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

Berita Terpopuler

Korlantas Pastikan Rute dan Sinergi untuk Kemala Run 2026 di Bali

Korlantas Polri Perkuat Persiapan Kemala Run 2026

17 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho di Primetime News MetroTV

Menghargai Pengabdian Petugas di Balik Operasi Ketupat 2026

17 April 2026
Kakorlantas Dampingi Kapolri Tinjau GT Kalikangkung

Pengabdian Tak Terlihat di Balik Keselamatan Mudik Operasi Ketupat 2026

16 April 2026
Kakorlantas Polri

Mengenang Pengorbanan Personel Polisi dalam Operasi Ketupat 2026

15 April 2026
Andalkan Teknologi, ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Pantau Tol Fungsional Bocimi Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengintensifkan pemantauan arus kendaraan di ruas tol fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) jelang Operasi Ketupat 2026. Pemantauan arus mengandalkan teknologi dengan mengoptimalkan pemanfaatan ETLE Drone Patrol Presisi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi modern guna memastikan distribusi kendaraan berjalan aman, lancar, dan terkendali pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan Bogor hingga Sukabumi. Ruas Jalan Tol Bocimi memiliki posisi vital sebagai koridor alternatif selain jalur arteri nasional. Kehadiran tol ini tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Kegiatan pemantauan dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal serta dukungan teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergitas ini memastikan monitoring berlangsung sistematis, presisi, serta terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional. Melalui penerbangan ETLE Drone Patrol Presisi di sepanjang segmen tol fungsional, petugas memperoleh gambaran visual secara menyeluruh mengenai kondisi arus kendaraan. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi volume lalu lintas, kecepatan rata-rata kendaraan, kepadatan di titik-titik krusial seperti simpang susun (interchange), titik pertemuan jalur (merging), hingga akses keluar dan masuk tol. Perspektif udara memungkinkan pemetaan kondisi secara real time dengan cakupan luas yang tidak dapat dijangkau secara optimal melalui pemantauan darat. Selain mengamati pergerakan kendaraan, kegiatan ini juga mencakup evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur pendukung di jalur fungsional. Hal tersebut meliputi penempatan rambu sementara, pengamanan pembatas jalan (barrier), kondisi marka, pencahayaan, hingga kesiapan rest area atau titik pemberhentian darurat. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan jalur fungsional dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman oleh masyarakat. Data visual dan informasi lapangan yang dihimpun melalui ETLE Drone Patrol Presisi selanjutnya dianalisis sebagai dasar perencanaan manajemen arus lalu lintas. Dengan dukungan teknologi ini, potensi perlambatan atau penumpukan kendaraan dapat terdeteksi lebih dini sehingga langkah antisipatif dapat disiapkan secara cepat dan tepat apabila dibutuhkan. Pendekatan berbasis udara ini juga memperkuat sistem monitoring yang adaptif terhadap perubahan situasi di lapangan. Dinamika arus kendaraan yang fluktuatif, terutama pada akhir pekan atau periode peningkatan mobilitas, dapat dipetakan secara komprehensif sehingga distribusi arus antara jalur tol dan arteri tetap seimbang. Optimalisasi pemantauan di ruas Tol Bocimi menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital di bidang lalu lintas. ETLE Drone Patrol Presisi bukan hanya menjadi perangkat teknologi, tetapi juga instrumen strategis dalam menghadirkan sistem monitoring modern yang profesional, transparan, dan berbasis data.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 Terlihat dari Pengalaman Nyata Pemudik

10 April 2026
© Copyright PakpolinTeam All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version