InfoSeputarPolri
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
  • Login
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
InfoSeputarPolri
No Result
View All Result
Home Informasi Polri Giat Sepekan

Kapolri Minta Kasatwil Pertahankan Pengendalian COVID-Kebiasaan Berbuat Baik

by Admin Pakpolin
5 December 2021
0
Kapolri Minta Kasatwil Pertahankan Pengendalian COVID-Kebiasaan Berbuat Baik
1
SHARES
15
VIEWS

Denpasar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya mempertahankan pengendalian angka penambahan kasus positif COVID-19. Menurutnya, saat ini pengendalian kasus sudah sangat baik.

“Dalam kesempatan, ini saya selaku Kapolri mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri, baik di Mabes, polda, maupun di pulau terjauh-terpencil yang telah melaksanakan seluruh kerja kerasnya,” ungkap Sigit saat memberi pengarahan di Apel Kasatwil Polri 2021, Bali, Jumat (3/12/2021) malam.

“Keberhasilan penanganan COVID-19 tak lepas dari kerja keras rekan-rekan semua. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Sigit menyatakan kerja keras seluruh personel Polri terkait penanggulangan pandemi COVID-19 telah membuahkan optimisme negara mampu bangkit dari hantaman pandemi. Dia juga mengatakan keberhasilan Indonesia dalam menekan penambahan kasus positif membuat gelaran sejumlah acara besar, seperti PON Papua, World Superbike Championship (WSBK) Mandalika, NTB, hingga Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali dapat berlangsung dengan baik.

Sigit kemudian mengungkapkan kerja keras dalam pengendalian COVID-19 oleh seluruh elemen bangsa di Tanah Air membuat Indonesia dipilih dan dipercaya sebagai lokasi acara Presidensi G20 dan MotoGP di waktu mendatang.

“Karena itu, tentunya dalam kesempatan ini saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih. Berbagai pencapaian dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus pertahankan,” tutur mantan Kadiv Propam Polri ini.

Arahan Terkait Transformasi Menuju Presisi

Sigit pun menyampaikan arahan terkait konsep transformasi Polri menuju Presisi, yang dipercaya mampu menjawab tantangan dan harapan masyarakat pada Korps Bhayangkara. Sigit menegaskan transformasi perubahan adalah keharusan dalam organisasi modern.

Sigit menilai penerapan transformasi menuju Presisi dari sisi kuantitas capaian cukup bagus dengan angka rata-rata di atas 95 persen. Namun dia berharap sisi kualitas dari program-program dan inovasi yang dibuat dapat signifikan dampaknya ke masyarakat.

“Karena jargon ‘Salam Presisi’ tidak hanya berhenti sampai di situ. Tapi bagaimana kemudian ‘Salam Presisi’ betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” ujar Sigit.

Dia memperingatkan seluruh jajaran untuk menghindari tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi. Sigit meminta oknum-oknum yang berperilaku menyimpang menghormati komitmen personel lainnya yang sudah bekerja dengan baik.

“Artinya secara kuantitas turun, namun hanya beberapa peristiwa pelanggaran yang kemudian diviralkan, maka kepercayaan publik ke kita langsung turun,” ungkap Sigit.

Transformasi menuju Polri Presisi, masih kata Sigit, juga wajib dibarengi dengan perubahan arus berpikir untuk menjadi lebih baik. Dia menerangkan Polri harus menyesuaikan organisasi dengan perkembangan zaman.

3 Kecakapan yang Wajib Dimiliki Polisi

Sigit mewajibkan tiap personel Polri cakap di sisi teknis, leadership, dan etika. Cakap teknis diimplementasikan dengan profesionalisme, selanjutnya cakap leadership dapat diwujudkan dengan memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar.

Soal kompetensi teknis dan leadership, Sigit yakin hampir seluruh anggota Polri memilikinya. Namun yang masih menjadi masalah adalah kompetensi etika.

“Yang paling sulit kompetensi etika. Inilah yang tentunya akan mereka, kultur dan budaya organisasi, gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan,” jelas Sigit.

“Sehingga itu menjadi perilaku keseharian, itu menjadi suatu modal keutamaan. Tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan, maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” lanjut dia.

Sigit optimistis Polri akan betul-betul dapat merebut hati masyarakat bila kultur budaya organisasi berubah. Dia meminta jajarannya keluar dari zona nyaman.

“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit, karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman. Namun, di sisi lain, ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” tegas Sigit.

Dia pun mengurai soal manajemen metode transformasi Polri Presisi. Diterangkan Sigit, pemolisian prediktif berguna untuk mencegah dan menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Perihal itu juga terkait dengan kemampuan polisi melakukan pendekatan preemtif, preventif, dan represif.

“Ke depan, tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi, yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data. Contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga,” urai dia.

“Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya preemtif dan preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan ke depan,” tambah Sigit.

Tak berhenti di situ, Sigit menjelaskan perihal manajemen sarana dan prasarana, di mana jajaran diminta terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi. Dia mewajibkan kepastian akan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas. Lalu soal manajemen anggaran, di mana seluruh jajaran diminta terus mempertahankan tren positif yang ada.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dalam Apel Kasatwil 2021 di BaliKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dalam Apel Kasatwil 2021 di Bali (Dok. Polri)

Kesulitan Anggota Dipahami-Pemahaman Berbuat Baik Ditanamkan

Dalam kesempatan ini juga, menyangkut soal leadership, Sigit menyampaikan pimpinan harus bisa menjadi teladan bagi seluruh anggotanya. Dia mengatakan kepala satuan wilayah (kasatwil) harus mau turun ke bawah untuk tahu permasalahan dan kesulitan jajarannya.

“Sehingga pada saat kita ambil keputusan atau memberikan perintah, akhirnya perintah tersebut benar. Jadi sangat penting bagaimana saat situasi sulit, kita turun ke lapangan. Kemudian kita ambil langkah untuk ambil alih terhadap permasalahan yang ada. Ini menjadi penting,” tegas Sigit.

Terakhir, Sigit menyatakan pemimpin harus mampu menanamkan pemahaman soal perbuatan baik kepada anggota. “Kita tentunya harus kita biasakan lakukan hal-hal yang sifatnya berbuat baik. Mulai dari hal kecil saja, seperti misalnya kegiatan menyeberangkan anak-anak kecil atau orang tua, dorong mobil. Hal kecil seperti itu,” pungkas Sigit.

sumber : detikcom

Previous Post

Target Investasi 2022 Rp 1.200 Triliun, Presiden RI : Saya Titip Polri Kawal dan Jaga

Next Post

Kolaborasi Polda Jatim dan Polres Mojokerto Ungkap Kasus Kematian Novia Widyasari

Admin Pakpolin

Admin Pakpolin

Next Post
Kolaborasi Polda Jatim dan Polres Mojokerto Ungkap Kasus Kematian Novia Widyasari

Kolaborasi Polda Jatim dan Polres Mojokerto Ungkap Kasus Kematian Novia Widyasari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

Berita Terpopuler

Kakorlantas Dampingi Kapolri Tinjau GT Kalikangkung

Pengabdian Tak Terlihat di Balik Keselamatan Mudik Operasi Ketupat 2026

16 April 2026
Kakorlantas Polri

Mengenang Pengorbanan Personel Polisi dalam Operasi Ketupat 2026

15 April 2026
Andalkan Teknologi, ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Pantau Tol Fungsional Bocimi Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengintensifkan pemantauan arus kendaraan di ruas tol fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) jelang Operasi Ketupat 2026. Pemantauan arus mengandalkan teknologi dengan mengoptimalkan pemanfaatan ETLE Drone Patrol Presisi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi modern guna memastikan distribusi kendaraan berjalan aman, lancar, dan terkendali pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan Bogor hingga Sukabumi. Ruas Jalan Tol Bocimi memiliki posisi vital sebagai koridor alternatif selain jalur arteri nasional. Kehadiran tol ini tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Kegiatan pemantauan dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal serta dukungan teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergitas ini memastikan monitoring berlangsung sistematis, presisi, serta terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional. Melalui penerbangan ETLE Drone Patrol Presisi di sepanjang segmen tol fungsional, petugas memperoleh gambaran visual secara menyeluruh mengenai kondisi arus kendaraan. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi volume lalu lintas, kecepatan rata-rata kendaraan, kepadatan di titik-titik krusial seperti simpang susun (interchange), titik pertemuan jalur (merging), hingga akses keluar dan masuk tol. Perspektif udara memungkinkan pemetaan kondisi secara real time dengan cakupan luas yang tidak dapat dijangkau secara optimal melalui pemantauan darat. Selain mengamati pergerakan kendaraan, kegiatan ini juga mencakup evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur pendukung di jalur fungsional. Hal tersebut meliputi penempatan rambu sementara, pengamanan pembatas jalan (barrier), kondisi marka, pencahayaan, hingga kesiapan rest area atau titik pemberhentian darurat. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan jalur fungsional dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman oleh masyarakat. Data visual dan informasi lapangan yang dihimpun melalui ETLE Drone Patrol Presisi selanjutnya dianalisis sebagai dasar perencanaan manajemen arus lalu lintas. Dengan dukungan teknologi ini, potensi perlambatan atau penumpukan kendaraan dapat terdeteksi lebih dini sehingga langkah antisipatif dapat disiapkan secara cepat dan tepat apabila dibutuhkan. Pendekatan berbasis udara ini juga memperkuat sistem monitoring yang adaptif terhadap perubahan situasi di lapangan. Dinamika arus kendaraan yang fluktuatif, terutama pada akhir pekan atau periode peningkatan mobilitas, dapat dipetakan secara komprehensif sehingga distribusi arus antara jalur tol dan arteri tetap seimbang. Optimalisasi pemantauan di ruas Tol Bocimi menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital di bidang lalu lintas. ETLE Drone Patrol Presisi bukan hanya menjadi perangkat teknologi, tetapi juga instrumen strategis dalam menghadirkan sistem monitoring modern yang profesional, transparan, dan berbasis data.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 Terlihat dari Pengalaman Nyata Pemudik

10 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Survei KedaiKOPI: 84,1% Pemudik Puas dengan Kinerja Polri Saat Mudik Lebaran 2026

10 April 2026
Polantas dan Ojol Kamtibmas

Gabungan Teknologi dan Pendekatan Humanis Tingkatkan Pelayanan Polantas

9 April 2026
© Copyright PakpolinTeam All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version