InfoSeputarPolri
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
  • Login
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
InfoSeputarPolri
No Result
View All Result
Home ATENSI PUBLIK

Guna Cegah Pemudik, Polda Metro Jaya Pastikan Jalur Tikus Dijaga 24 jam

by Admin Pakpolin
19 April 2021
0
Guna Cegah Pemudik, Polda Metro Jaya Pastikan Jalur Tikus Dijaga 24 jam
1
SHARES
22
VIEWS

Guna Cegah Pemudik, Polda Metro Jaya Pastikan Jalur Tikus Dijaga 24 jam

(bg/bq/hy)

Minggu, 18 April 2021 – 13:04 WIB

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memetakan jalur tikus yang kerap digunakan sebagai pintu keluar Jadetabek bagi pemudik dan memastikan jalur tikus akan dijaga selama 24 jam penuh.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyampaikan bahwa semua yang lewat kita periksa dan akan dijaga selama 24 jam. “Nanti di sini (jalur tikus) ada posnya. Semua yang lewat kita periksa. Kalau dia nggak punya SIKM kita putar balik. Kita jaga selama 14 hari 24 jam,” jelasnya saat meninjau beberapa lokasi yang akan dijadikan titik penyekatan 6-17 Mei, Sabtu (17/4/21).

Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengatakan Jembatan Sipohn Cibeet kerap digunakan warga untuk curi start mudik dan menghindar dari penjagaan petugas di pos check point. “Ini adalah salah satu titik dari 14 titik penyekatan. Kenapa? Karena Jembatan Cibeet ini merupakan salah satu jalur tikus untuk menuju Karawang dan setelah Karawang bisa ke Jabar dan Jateng,” terangnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya menjelaskan, pengecekan jalur tikus hari ini digunakan pihaknya untuk mematangkan teknis penyekatan. Dia menyebut khusus di Jembatan Cibeet sendiri biasa digunakan oleh pengendara motor dan travel gelap yang curi start mudik. “Titik penyekatan yang kedua ini biasanya digunakan untuk jalur tikus baik travel gelap maupun para pemudik sepeda motor,” ujarnya.

Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menambahkan, kini ada 31 titik perbatasan Jakarta dan daerah penyangga yang akan disekat. Titik penyekatan dilakukan di jalan tol, jalan arteri dan beberapa jalan perbatasan yang kerap digunakan sebagai jalur tikus. “14 titik penyekatan lainnya ada di Cikupa, ada di Bitung, ada di Gerbang Tol di Bitungnya. Ada 14 titik sudah kita tetapkan,” terangnya.

(bg/bq/hy)

Tags: Lalu Lintas
Previous Post

Polda Metro Jaya Bagikan Ribuan Kg Beras dan Kebutuhan Pokok Lainnya Kepada Masyarakat Yang Membutuhkan

Next Post

Polda Malut Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Operasi Pekat Kieraha 2021

Admin Pakpolin

Admin Pakpolin

Next Post
Polda Malut Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Operasi Pekat Kieraha 2021

Polda Malut Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Operasi Pekat Kieraha 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

Berita Terpopuler

Korlantas Pastikan Rute dan Sinergi untuk Kemala Run 2026 di Bali

Korlantas Polri Perkuat Persiapan Kemala Run 2026

17 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho di Primetime News MetroTV

Menghargai Pengabdian Petugas di Balik Operasi Ketupat 2026

17 April 2026
Kakorlantas Dampingi Kapolri Tinjau GT Kalikangkung

Pengabdian Tak Terlihat di Balik Keselamatan Mudik Operasi Ketupat 2026

16 April 2026
Kakorlantas Polri

Mengenang Pengorbanan Personel Polisi dalam Operasi Ketupat 2026

15 April 2026
Andalkan Teknologi, ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Pantau Tol Fungsional Bocimi Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengintensifkan pemantauan arus kendaraan di ruas tol fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) jelang Operasi Ketupat 2026. Pemantauan arus mengandalkan teknologi dengan mengoptimalkan pemanfaatan ETLE Drone Patrol Presisi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi modern guna memastikan distribusi kendaraan berjalan aman, lancar, dan terkendali pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan Bogor hingga Sukabumi. Ruas Jalan Tol Bocimi memiliki posisi vital sebagai koridor alternatif selain jalur arteri nasional. Kehadiran tol ini tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Kegiatan pemantauan dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal serta dukungan teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergitas ini memastikan monitoring berlangsung sistematis, presisi, serta terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional. Melalui penerbangan ETLE Drone Patrol Presisi di sepanjang segmen tol fungsional, petugas memperoleh gambaran visual secara menyeluruh mengenai kondisi arus kendaraan. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi volume lalu lintas, kecepatan rata-rata kendaraan, kepadatan di titik-titik krusial seperti simpang susun (interchange), titik pertemuan jalur (merging), hingga akses keluar dan masuk tol. Perspektif udara memungkinkan pemetaan kondisi secara real time dengan cakupan luas yang tidak dapat dijangkau secara optimal melalui pemantauan darat. Selain mengamati pergerakan kendaraan, kegiatan ini juga mencakup evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur pendukung di jalur fungsional. Hal tersebut meliputi penempatan rambu sementara, pengamanan pembatas jalan (barrier), kondisi marka, pencahayaan, hingga kesiapan rest area atau titik pemberhentian darurat. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan jalur fungsional dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman oleh masyarakat. Data visual dan informasi lapangan yang dihimpun melalui ETLE Drone Patrol Presisi selanjutnya dianalisis sebagai dasar perencanaan manajemen arus lalu lintas. Dengan dukungan teknologi ini, potensi perlambatan atau penumpukan kendaraan dapat terdeteksi lebih dini sehingga langkah antisipatif dapat disiapkan secara cepat dan tepat apabila dibutuhkan. Pendekatan berbasis udara ini juga memperkuat sistem monitoring yang adaptif terhadap perubahan situasi di lapangan. Dinamika arus kendaraan yang fluktuatif, terutama pada akhir pekan atau periode peningkatan mobilitas, dapat dipetakan secara komprehensif sehingga distribusi arus antara jalur tol dan arteri tetap seimbang. Optimalisasi pemantauan di ruas Tol Bocimi menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital di bidang lalu lintas. ETLE Drone Patrol Presisi bukan hanya menjadi perangkat teknologi, tetapi juga instrumen strategis dalam menghadirkan sistem monitoring modern yang profesional, transparan, dan berbasis data.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 Terlihat dari Pengalaman Nyata Pemudik

10 April 2026
© Copyright PakpolinTeam All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version