InfoSeputarPolri
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
  • Login
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA
No Result
View All Result
InfoSeputarPolri
No Result
View All Result
Home BERITA NASIONAL Beranda

Bersama TNI, Polri, dan Kemenkes, Apindo Jabar Gelar Vaksinasi di Gor Arcamanik Bandung

by Admin
12 July 2021
0
Bersama TNI, Polri, dan Kemenkes, Apindo Jabar Gelar Vaksinasi di Gor Arcamanik Bandung
1
SHARES
17
VIEWS

Mereka mengantri secara tertib untuk mendaftar dan mendapatkan vaksin. Vaksin yang diberikan kepada warga merupakan vaksin Sinovac.

Penyelenggaraan vaksinasi massal ini merupakan kerjasama Apindo Jabar, TNI dan Polri dengan dukungan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan.

Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, 8-9 Juli 2021. Penyelenggara menargetkan 5.000 warga per hari untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Ketua DPP Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan luar biasa dari pemerintah terhadap percepatan upaya pemulihan sektor ekonomi yang diwujudkan dalam pemberian vaksin secara masif.

“Ini bukan waktunya untuk mengeluh, apalagi mempolitisasi keadaan. Masyarakat global sedang sakit, termasuk ekonomi dunia juga sedang didera masalah yang sangat berat. Sebagai warga negara yang baik kita wajib mendukung upaya pemerintah untuk segera keluar dari situasi ini,” ujarnya usai memantau pelaksanaan vaksinasi massal di GOR Arcamanik, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, hampir semua negara di mengalami krisis. Bahkan, negara berpredikat maju dan kaya terpukul dengan pandemi Covid-19.

Ning menjelaskan, tidak banyak negara di dunia sanggup melakukan 1 juta dosis vaksinasi dalam sehari.

“Sangat sedikit negara yang melibatkan militer, kepolisian, dan kementerian kesehatannya mampu berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk Apindo seperti di Indonesia,” katanya.

Disinggung mengenai penerapan PPKM, Ning Astutik mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari anggota Apindo di berbagai daerah.

“Kami di DPP menerima banyak keluhan dari anggota di daerah ya. Keluhannya beragam, yang pertama, penerapan 50% operasional di perusahaan esensial, kemudian karyawan yang hendak bekerja, termasuk 50% dari yang harus masuk, terkena penyekatan dan tidak bisa menembus sekat tersebut, sehingga terpaksa balik kanan. Padahal karyawan tersebut sangat dibutuhkan kehadirannya dikantor. Hal ini terjadi di beberapa perusahaan anggota, seperti di Depok dan Bogor. Jadi apa syarat mereka boleh melintasi sekat tersebut? Ini jadi ruwet, karena ngga diatur dengan jelas,” ungkapnya

Selain itu, menurut Ning Astutik, ada perbedaan persepsi dalam kalimat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2021.

“Untuk poin E pada instruksi itu dikatakan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf hanya difasilitas produksi/pabrik, serta 10% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional. Perusahaan banyak yang harus mengejar Export, untuk mereka mampu membayar gaji karyawan di tengah situasi sulit ini.  perusahaan ini juga sudah memiliki IOMKI, dan mereka perusahaan esensial, yang kemudian bekerja menerapkan 2 shifts, dimana shift pertama 50%, shift kedua 50%. Dan mereka menerapkan prokes. Bukankah dengan skema tadi harusnya tidak menjadi masalah dikarenakan tidak terjadi kepadatan karyawan dalam satu site dan satu waktu bersamaan?” Ungkapnya lagi.

“Lagipula di dalam instruksi Mendagri tersebut, tidak dituliskan adanya larangan diberlakukannya shift. Tetapi perusahaan-perusahaan ini disidak dan kemudian berurusan dengan hukum. Seperti yang terjadi di perusahaan yang juga anggota kami di Sukabumi,” bebernya.

“Dari sini saya menyimpulkan bahwa masih terjadi ketidaksepahaman dalam menterjemahkan instruksi Mendagri secara lintas instansi atau lintas daerah, sehingga penerapan di lapangan berbeda dari satu dan lain daerah. Kami paham bahwa kondisi yang ada sekarang betul-betul darurat, dan kami mendukung. Namun dalam pelaksanaannya mohon untuk dilakukan secara seragam dan tidak ambigu, sehingga jelas untuk para pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Diakhir, Ning Astutik mengemukakan, dengan semua kesulitan pengusaha ini, diharapkan dan sudah semestinya pihaknya mendapatkan keringanan agar tidak semakin terpuruk.

“Ya semoga ada keringanan atau stimulus dari pemerintah untuk kami. Semisal biaya listrik untuk shift malam dengan harga normal sebagai konsekwensi dari aturan PPKM ini,” tutupnya.

Previous Post

Pengendara di Solo Berhenti 60 Detik demi Doakan Korban COVID-19

Next Post

Kabar Baik! Ribuan Paket Bansos Siap Disebar ke Masyarakat

Admin

Admin

Next Post
Kabar Baik! Ribuan Paket Bansos Siap Disebar ke Masyarakat

Kabar Baik! Ribuan Paket Bansos Siap Disebar ke Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

Berita Terpopuler

Korlantas Pastikan Rute dan Sinergi untuk Kemala Run 2026 di Bali

Korlantas Polri Perkuat Persiapan Kemala Run 2026

17 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho di Primetime News MetroTV

Menghargai Pengabdian Petugas di Balik Operasi Ketupat 2026

17 April 2026
Kakorlantas Dampingi Kapolri Tinjau GT Kalikangkung

Pengabdian Tak Terlihat di Balik Keselamatan Mudik Operasi Ketupat 2026

16 April 2026
Kakorlantas Polri

Mengenang Pengorbanan Personel Polisi dalam Operasi Ketupat 2026

15 April 2026
Andalkan Teknologi, ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Pantau Tol Fungsional Bocimi Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengintensifkan pemantauan arus kendaraan di ruas tol fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) jelang Operasi Ketupat 2026. Pemantauan arus mengandalkan teknologi dengan mengoptimalkan pemanfaatan ETLE Drone Patrol Presisi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi modern guna memastikan distribusi kendaraan berjalan aman, lancar, dan terkendali pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan Bogor hingga Sukabumi. Ruas Jalan Tol Bocimi memiliki posisi vital sebagai koridor alternatif selain jalur arteri nasional. Kehadiran tol ini tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Kegiatan pemantauan dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal serta dukungan teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergitas ini memastikan monitoring berlangsung sistematis, presisi, serta terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional. Melalui penerbangan ETLE Drone Patrol Presisi di sepanjang segmen tol fungsional, petugas memperoleh gambaran visual secara menyeluruh mengenai kondisi arus kendaraan. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi volume lalu lintas, kecepatan rata-rata kendaraan, kepadatan di titik-titik krusial seperti simpang susun (interchange), titik pertemuan jalur (merging), hingga akses keluar dan masuk tol. Perspektif udara memungkinkan pemetaan kondisi secara real time dengan cakupan luas yang tidak dapat dijangkau secara optimal melalui pemantauan darat. Selain mengamati pergerakan kendaraan, kegiatan ini juga mencakup evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur pendukung di jalur fungsional. Hal tersebut meliputi penempatan rambu sementara, pengamanan pembatas jalan (barrier), kondisi marka, pencahayaan, hingga kesiapan rest area atau titik pemberhentian darurat. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan jalur fungsional dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman oleh masyarakat. Data visual dan informasi lapangan yang dihimpun melalui ETLE Drone Patrol Presisi selanjutnya dianalisis sebagai dasar perencanaan manajemen arus lalu lintas. Dengan dukungan teknologi ini, potensi perlambatan atau penumpukan kendaraan dapat terdeteksi lebih dini sehingga langkah antisipatif dapat disiapkan secara cepat dan tepat apabila dibutuhkan. Pendekatan berbasis udara ini juga memperkuat sistem monitoring yang adaptif terhadap perubahan situasi di lapangan. Dinamika arus kendaraan yang fluktuatif, terutama pada akhir pekan atau periode peningkatan mobilitas, dapat dipetakan secara komprehensif sehingga distribusi arus antara jalur tol dan arteri tetap seimbang. Optimalisasi pemantauan di ruas Tol Bocimi menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital di bidang lalu lintas. ETLE Drone Patrol Presisi bukan hanya menjadi perangkat teknologi, tetapi juga instrumen strategis dalam menghadirkan sistem monitoring modern yang profesional, transparan, dan berbasis data.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 Terlihat dari Pengalaman Nyata Pemudik

10 April 2026
© Copyright PakpolinTeam All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • INFO LANTAS
  • DISIPLIN LANTAS
  • DAMAI BERSAMA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version