Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, menegaskan penggunaan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tagline ini merujuk pada arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan sebagai kunci kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di hari raya.
Fokus utama pengelolaan arus mudik tahun ini adalah mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Pulau Jawa, karena sebagian besar kota di pulau tersebut menjadi destinasi utama para pemudik baik dari dalam maupun luar Pulau Jawa. Pemerintah mengimplementasikan strategi berbasis teknologi digital untuk mengelola dua kluster kepadatan utama, yaitu jalan tol serta dinamika lalu lintas umum.
Sebagai jalur utama mudik, jalan tol dilengkapi dengan fasilitas rest area, pintu keluar tol, gerbang tol, serta titik kemacetan (bottleneck). Untuk mengatasi kepadatan, teknologi digital berupa sistem pemantauan arus dan flow lalu lintas diterapkan melalui Korang Atas dan Dinasti Kondor. Sistem ini menggabungkan prediksi arus mudik dengan kebijakan pemerintah, termasuk program work from anywhere, yang didesain untuk mendorong masyarakat memulai perjalanan lebih awal serta menyebar waktu tempuh agar distribusi lalu lintas menjadi lebih teratur.
Ketika terdeteksi lonjakan arus signifikan, strategi contra-flow diterapkan secara bertahap berdasarkan data jumlah kendaraan yang terpantau melalui radar dan patroli drone di titik-titik strategis. Contohnya, di kilometer 47 tol, jika jumlah kendaraan melebihi 5.500 unit per jam selama satu jam berturut-turut, contra-flow lajur 1 akan diaktifkan. Jika bertambah hingga 6.400 kendaraan per jam, maka contra-flow lajur 2 diberlakukan.
Apabila kepadatan masih terjadi sampai kilometer 70 dengan kecepatan kendaraan sangat lambat, sistem one way akan diterapkan pada segmen jalan tol dari kilometer 70 sampai 236. Tahun sebelumnya, penerapan one way hanya sampai kilometer 188 dan masih terdapat masalah yang kini sedang dievaluasi. Perpanjangan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 sekaligus mendukung persiapan Suksesi 2026 dengan pengelolaan lalu lintas yang lebih baik.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Korang Atas, dan Dinasti Kondor, strategi ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan parah selama periode mudik dan memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi para pemudik di Pulau Jawa.

