Bekasi — Pada hari terakhir pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Korlantas Polri memperketat pengawasan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dengan menggunakan teknologi ETLE Drone Patrol Presisi. Drone ini dikerahkan di Km 29 untuk memantau kelancaran sisa arus balik serta menindak tegas kendaraan sumbu 3 yang melanggar aturan operasional.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus, menegaskan pentingnya pengawasan udara melalui ETLE Drone Patrol Presisi. Meskipun masa KRYD hari ini berakhir, pihaknya tetap siaga mengamankan arus balik sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, termasuk penindakan terhadap kendaraan sumbu tiga ke atas.
Menurut data Korlantas Polri, hingga saat ini terdapat 35 kendaraan sumbu tiga ke atas yang telah ditindak karena melintas di Tol Japek di luar ketentuan yang berlaku.
“Kami menggunakan ETLE Drone untuk menjangkau titik-titik yang sulit dipantau oleh kamera statis. Khususnya kendaraan sumbu 3, semua akan ter-capture secara otomatis dan terintegrasi ke sistem nasional sehingga dapat menjamin kelancaran arus,” ujar Irjen Agus kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, “Sesuai petunjuk Bapak Kapolri, kami pastikan sisa pemudik tetap terlayani dengan baik hingga masa KRYD berakhir hari ini.”
Pantauan ETLE Drone Patrol Presisi pada pukul 12.45 WIB di Exit Tol Km 29 dan Tol Layang MBZ menunjukkan bahwa arus lalu lintas di kedua arah berlangsung lancar. Meski situasi terkendali, petugas tetap siaga mengawal sisa pemudik gelombang kedua yang menuju Jakarta.
Irjen Agus juga menjelaskan bahwa walaupun Operasi Ketupat resmi berakhir pada Kamis lalu, kehadiran personel dan teknologi drone di Km 29 hingga hari terakhir KRYD menunjukkan komitmen Polri dalam menutup masa mudik dengan tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.
“Data pelanggaran yang direkam drone langsung divalidasi oleh sistem ETLE Nasional. Kami mengimbau pengendara sumbu 3 dan para pemudik untuk tetap disiplin hingga tiba dengan selamat di rumah,” pungkasnya.



