Bali – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, melaksanakan audiensi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam rangka membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Pertemuan ini juga mencakup koordinasi pengamanan sejumlah agenda besar yang berdekatan waktunya, yakni Hari Raya Nyepi umat Hindu, arus mudik, dan perayaan Idul Fitri.
Audiensi yang digelar di kantor Gubernur Bali pada Kamis (5/3/2026) tersebut dimanfaatkan Gubernur Koster untuk menyampaikan apresiasinya atas kunjungan langsung Kakorlantas Polri. Ia menilai koordinasi ini penting untuk memastikan pengamanan berbagai kegiatan besar di Bali, termasuk Operasi Ketupat 2026, Kemala Run, dan Hari Raya Nyepi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakorlantas yang melakukan audiensi untuk menyampaikan beberapa rencana kegiatan. Yang pertama adalah Operasi Ketupat dalam rangka mengamankan aktivitas lalu lintas selama mudik Lebaran. Yang kedua kegiatan Kemala Run, dan yang ketiga adalah pengamanan Hari Raya Nyepi,” ujar Koster.
Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung program pengamanan Polri yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat Bali. Ia menyatakan, “Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas, karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama.”
Menanggapi isu benturan antara Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang beredar di media sosial, Koster menjelaskan bahwa kedua hari besar tersebut tidak berlangsung bersamaan. “Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran, karena Idul Fitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan sebenarnya,” ujar Koster.
Selain itu, pemerintah daerah bersama tokoh agama telah menyusun surat edaran bersama dengan seluruh majelis umat beragama di Bali, termasuk Majelis Ulama Indonesia, untuk mengatur kegiatan keagamaan agar berjalan tertib dan terkoordinasi. “Kami sudah membuat surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, terutama dengan Majelis Ulama Indonesia. Jadi semuanya sudah clear dan tidak ada masalah,” tambahnya.
Dalam audiensi juga dibahas rencana pelaksanaan Kemala Run di Bali yang diperkirakan diikuti sekitar 15 ribu peserta. Gubernur Koster menilai lokasi pelaksanaan sangat memadai, namun terdapat akses jalan yang perlu perbaikan. Ia menyatakan bahwa Kakorlantas telah mengajak Kepala Balai Jalan untuk segera melakukan perbaikan dan dirinya akan mengawal proses tersebut.
Sementara itu, Irjen Agus menyatakan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar. “Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi negara hadir dalam rangka mengamankan momentum sosial masyarakat,” jelasnya.
Dalam Operasi Ketupat, pengamanan difokuskan pada beberapa klaster penting seperti jalur tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang menjadi salah satu tujuan utama masyarakat selama libur Lebaran di Bali.
Irjen Agus juga menyampaikan bahwa rencana penyelenggaraan Kemala Run mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali. “Yang lebih menggembirakan, rencana Kemala Run akan digelar di Bali dan Pak Gubernur memberikan dukungan yang luar biasa. Ini tentu menjadi kolaborasi yang baik agar kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Mengenai pengaturan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kakorlantas memastikan telah disiapkan jadwal buka-tutup penyeberangan yang menyesuaikan pelaksanaan Nyepi. “Penyeberangan Gilimanuk sudah diatur jam berapa dibuka dan jam berapa ditutup, termasuk dari Ketapang ke Gilimanuk. Kami juga sudah mendapat laporan dari Dirlantas Polda Bali,” terang Irjen Agus.
Ia menegaskan sinergi antara Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. “Dengan kolaborasi yang baik, negara hadir untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar,” tutupnya.
Sebagai tindak lanjut, keesokan harinya Kakorlantas dijadwalkan melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa dan Melayani bersama komunitas ojek online, GP Ansor, serta pecalang sebagai upaya sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Bali.





